SEJARAH DESA
Desa Tenangan awalnya adalah Transmigrasi, tepatnya pada haris Kamis, 03 Maret 1983. Pada tahun tersebut juga dibangun perumahan di atas tanah dengan ukuran ¼ Ha untuk 1 KK yang mana pada saat itu ada 200 KK yang terdiri dari 180 KK transmigrasi umum dari jawa yaitu Jawa Tengah dan Jawa Barat, 20 KK tran lokal/pribumi. Untuk lahan, setiap KK mendapat 1 Ha dan lahan 2 mendapatkan 0,75 Ha sehingga 1 KK memiliki total 2 Ha tanah.
Desa Tenangan dahulunya bernama Trans UPT Air Teras, hal ini dikarenakan di Desa UPT Air Teras tidak memiliki lokasi untuk 200 KK serta lokasi Desa sehingga diambil alih oleh Desa Kunduran pada masa Pemerintahan Bapak Dahnan (Depati: untuk Kepala Desa pada saat itu). Selanjutnya setelah menjadi Desa yang diserah kan oleh Kepala UPT (KUPT) Sopian Efendi dan Oleh Pemerintah Desa (Bapak Tafsir Burhanudin bersama Bapak Dahnan dan Tokoh lainnya) nama UPT Air Teras diubah menjadi Desa “Tenangan”.
Nama ‘Tenangan’ diambil dari cerita terdahulu di Desa Tenangan terdapat 3 sungai, dan ketiga sungai tersebut bermuara menjadi satu, Namun pertemuan ketiga sungai tersebut membentuk bendungan (karena kejadian alam) sehingga airnya di pertemuan 3 sungai itupun tenang. Karena terkesan dengan wilayah yang mempunyai sungai yang bertemu dan berair tenang, orang-orang tua pada kala itu sebelum masuknya Trans UPT Air Teras, telah memberi nama wilayah ini dengan beberapa sebutan, diantaranya dengan sebutan Linang Tenangan/Aiya’ Tenangan yang artinya Sungai Tenangan. Sebutan Tenangan inilah cikal bakal untuk nama pada tahun 1990, nama Trans UPT Air Teras digantikan atau diberi nama baru yaitu dengan nama ‘Desa Tenangan’.
Keberadaan dari lokasi aliran sungai-sungai yang menjadi inspirasi atau cikal-bakal nama Tenangan ini yakni bertempat :
- Aliran sungai yang melewati lahan/tanah kebun milik Bapak Kuat Haryadi yang terletak ± 100 M dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tenangan.
- Aliran sungai yang melewati lahan/tanah Pekarangan di Belakang Rumah Bapak Subagyo yang berlokasi di wilayah Dusun III Desa Tenangan.
- Aliran sungai yang melewati lahan/tanah Pekarangan di Belakang Rumah Bapak Nunung Solihin yang berlokasi di wilayah Dusun II Desa Tenangan.
Aliran sungai tersebut bermuara di satu tempat yang berlokasi di tanah kebun milik Bapak Ratiman dan kartasemita. Konon menurut cerita dari Bapak Pardjan yang juga memperoleh informasi dari Alm. Bapak Dahnan (salah satu tokoh di Desa Tenangan) bahwa sungai yang menjadi muara aliran keempat anak sungai tersebut tidak menimbulkan aliran kemana-mana sehingga menjadikan muara sungai tersebut sangatlah tenang. Oleh karena kondisi air yang tenanga tersebut banyak orang atau hewan yang menyangka bahwa air tersebut bisa untuk menjadi tempat mandi, minum atau untuk berbagai keperluan. Namun, sifat tenang tersebut ternyata telah merenggut empat nyawa manusia yang hilang tenggelam hingga saat ini tidak dapat ditemukan lagi.
Adapun batas-batas Desa Tenangan ( BERDASARKAN PERBUP NOMOR : 182 TAHUN 2017 TANGGAL 13 DESEMBER 2017 TENTANG PENETAPAN DAN PENEGASAN BATAS DESA TENANGAN KECAMATAN SELUMA TIMUR KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULU ) adalah sebagai berikut :
- Sebelah utara berbatasan dengan Desa Kunduran Kecamatan Seluma Timur;
- Sebelah barat berbatasan dengan Desa Tanjungan kecamatan Seluma Selatan;
- Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kunduran Kecamatan Seluma Timur dan Desa Rawa Sari Kecamatan Seluma Timur;
- Sebelah timur berbatasan dengan Desa Kunduran Kecamatan Seluma Timur.
(Dokumentasi Peta Desa Tenangan terlampir)
PERIODE DAN PENJABAT KEPEMIMPINAN KEPALA DESA TENANGAN :
- 1983 Dipimpin oleh KUPT
- 1983 – 1985 Dimpimpin oleh Bapak TAFSIR BURHANUDIN
- 1986 – 1988 Dimpimpin oleh Bapak ROHADAT
- 1988 – 1992 Dimpimpin oleh Penjabat Kades Transmigrasi Bapak DARKUM ADI SISWOYO
- 1993 – 2005 Dimpimpin oleh Bapak DARKUM ADI SISWOYO (Kades Terpilih yang menjadi Kades pertama yang terpilih melalui Pemilihan)
- 2005 – 2010 Dimpimpin oleh Bapak YULIANTO
- 2010 – 2016 Dimpimpin oleh Bapak RUDI HARTONO
- 2016 – 2017 Dimpimpin oleh Bapak ROSKAN (PJS)
- 2017 – 2023 Dimpimpin oleh Bapak KUSTONO
Desa Tenangan terdiri dari bermacam-macam suku bangsa di awal Transmigrasi Tahun 1983 yakni suku Jawa Banyumas, Sunda, Semarang (180 KK) dan Serawai (20). Hingga sekarang sudah mengalami perkembangan dalam penambahan suku yakni Sunda, Batak (Medan), dan Pribumi (Serawai) dengan masing-masing rincian sebagai berikut :
| Suku Bangsa | Jumlah | Presentase |
| Jawa | 1.189 | 81,5 % |
| Pribumi | 146 | 10 % |
| Sunda | 84 | 5,8 % |
| Batak (Medan) | 39 | 2,7 % |


