Sejarah Desa

Desa Tenangan awalnya adalah transmigrasi, tepatnya pada tahun 1983 dibangun perumahan dengan ukuran ¼ Ha untuk 1 KK yang mana pada saat itu ada 200 KK yang terdiri dari 180 KK transmigrasi umum dari jawa yaitu Jawa Tengah dan Jawa Barat, 20 KK tran lokal/pribumi. Untuk lahan, setiap KK mendapat 1 Ha dan lahan 2 mendapatkan 0,75 Ha sehingga 1 KK memiliki total 2 Ha tanah.

Desa Tenangan dahulunya bernama Trans UPT Air Teras, hal ini dikarenakan di Desa UPT Air Teras tidak memiliki lokasi untuk 200 KK serta lokasi Desa sehingga diambil alih oleh Desa Kunduran pada masa Pemerintahan Bapak Dahnan (Depati: untuk Kepala Desa pada saat itu). Selanjutnya setelah menjadi Desa yang diserah kan oleh Kepala UPT (KUPT) Sopian Efendi dan Oleh Pemerintah Desa (Bapak Tafsir Burhanudin bersama Bapak Dahnan dan Tokoh lainnya) nama UPT Air Teras diubah menjadi Desa “Tenangan”.

Nama ‘Tenangan’ diambil dari cerita terdahulu di Desa Tenangan terdapat 3 sungai, dan ketiga sungai tersebut bermuara menjadi satu, Namun pertemuan ketiga sungai tersebut membentuk bendungan (karena kejadian alam) sehingga airnya di pertemuan 3 sungai itupun tenang. Karena terkesan dengan wilayah yang mempunyai sungai yang bertemu dan berair tenang, orang-orang tua pada kala itu sebelum masuknya Trans UPT Air Ters, telah memberi nama wilayah ini dengan beberapa sebutan, diantaranya dengan sebutan Linang Tenangan/Aiya’ Tenangan yang artinya Sungai Tenangan. Sebutan Tenangan inilah cikal bakal untuk nama pada tahun 1990, nama Trans UPT Air Teras digantikan atau diberi nama baru yaitu dengan nama ‘Desa Tenangan’.

Adapun batas-batas Desa Tenangan adalah sebagai berikut: Sebelah utara berbatasan dengan Desa Kundura; Sebelah barat berbatasan dengan Desa Rawasari; Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kunduran; Sebelah timur berbatasan dengan Desa Kunduran.

Desa Tenangan terdiri dari bermacam-macam suku bangsa diantaranya suku bangsa Jawa, Sunda, Batak (Medan), dan Pribumi (Serawai) dengan masing-masing rincian sebagai berikut:

Suku Bangsa

Jumlah

Presentase

Jawa

1.189

81,5 %

Pribumi

146

10 %

Sunda

84

5,8 %

Batak (Medan)

39

2,7 %

SEJARAH PERKEMBANGAN DESA

TAHUN

KEJADIAN YANG BAIK

KEJADIAN YANG BURUK

1983

1. Dibangun 1 unit Masjid sebagai sarana beribadah masyarakat Muslim yang diberi nama Masjid Al-Mujahidin.

 

1985

1. Dibangun satu unit Sekolah Dasar (SD) sebagai sarana pendidikan masyarakat yang sekarang menjadi SDN 128 Seluma.

 

1990

1. Pengaspalan jalan sepanjang 6 km.

 

1992

1. Masuknya program TCSS-ADB untuk 125 Ha.

 

1993

1. Diadakannya Pembangun pemukiman petani TCSSP-ADP sebanyak 125 Ha.

 

1994

1. Masuknya program TCSSP tahap II untuk 60 Ha.

2. Perbaikan jalan poros Desa Tenangan sepanjang 3.300 m.

 

1995

1. Diresmikan Desa Tenangan sebagai desa Definitive oleh Bupati Seluma.

 

1997

1. Pembangunan PUSTU diwilayah RW II.

Banyak warga yang terjangkit penyakit cikumunya

1998

1. Dibangun 1 unit gereja sebagai sarana beribadah bagi umat Kristen yaitu Gereja PGPI (Pentakosta).

 

2000

 

Terjadi Gempa Bumi berkekuatan 7,3 SR

2001

1. Masuknya program kemitraan bibit sawit dengan PTPN VII Nusantara Seluma.

 

2006

 

Terjadi Gempa Bumi berkekuatan 7,9 SR

2008

1. Pemasangan aliran listrik dari PLN kerumah warga secara kolektif.

 

2011

1. Pengaspalan jalan sepanjang 6 km

2. Masuknya PNPM MPd sampai dengan sekarang

 

Berita Terbaru